Jumat, 29 Oktober 2010

Obat HNP, Obat Herniated Necleus Pulposus | Testimonial Rokoyah dalam Pengobatan HNP, Herniated Necleus Pulposus

“Terhindar  dari Kelumpuhan”

“Sudah, Yah. Cari saja pengganti saya untuk jadi ibu anak-anak.”
Kalimat ini terlontar dari bibir Rokoyah pada suaminya, sekitar Maret 2009. Saat itu,ia sedang putus asa karena kondisi kesehatannya. Sebenarnya, sudah sejak Oktober 2008 Rokoyah merasa kakinya linu. Tapi ia tak menyangka gejala ini serius. Menginjak Desember 2008, sakit kakinya semakin parah. Dari pinggang sampai kaki terasa sakit. Ia tak sanggup berjalan lama. Rasa sakit ini memang tidak terus-menerus, tapi ketika sakitnya menyerang, Rokoyah merasa amat nyeri, bahkan sampai menggigil.

Akhir Desember, ia drop. Ia tak kuat lagi berjalan dan harus dipapah. Awalnya, menurut dokter, Rokoyah menderita rematik. Namun ketika di-rontgen, tak terlihat kelainan apapun. Rokoyah mencoba menjalani terapi alternatif berupa pijat saraf. Terapi ini rupanya cukup membantu. Januari 2009, ia merasa kondisinya membaik. Namun bulan depannya, Rokoyah terserang batuk hebat yang tak kunjung hilang. Kondisinya kembali drop. Kata seorang dokter spesialis saraf, ia melakukan pemeriksaan MRI. Dari sinilah Rokoyah mengetahui ia menderita HNP. Ada cairan di tulang pinggangnya. Menurut dokter, itu virus yang harus di sedot keluar. Jika di tunda-tunda, virus itu bisa naik ke tubuh bagian atas, bahkan menyebabkan kelumpuhan.

Hari itu juga, ia harus masuk rumah sakit dan besoknya menjalani operasi. Rokoyah pun menimbang-nimbang. Mengambil keputusan untuk operasi sama sekali tak mudah, karena jika gagal, operasi pun berisiko kelumpuhan. “Sudahlah, saya di rawat di rumah saja. Tak usah di operasi kalau risikonya terlalu besar. Setiap penyakit ada obatnya. Tuhan pasti akan memberikan obat itu,” kata Rokoyah membesarkan hati. Obat yang di tunggu Rokoyah akhirnya datang pada April 2009. Suami Rokoyah bertemu dengan dua orang teman ~Slamet dan Ahmad, member Tahitian Noni yang menganjurkan Tahitian Noni Juice. Kata mereka, banyak orang sembuh berkat Tahitian Noni Juice. Awalnya, Rokoyah tak percaya. Ia sudah habis berjuta-juta untuk obat dan terapi alternatif. Masa Tahitian Noni Juice seharga Rp 500 ribu mampu menyembuhkanya? Namun Rokoyah tergerak mencoba. Ia mulai mengonsumsi Tahitian Noni Juice tiga kali sehari, masing-masing setengah gelas. Enam hari kemudian, ia justru merasa sakitnya bertambah parah. Ia nyaris tak mau melanjutkan konsumsi Tahitian Noni Juice tapi untunglah ia berubah pikiran.

Pada hari kesepuluh, ia bisa turun dari tempat tidur dan berjalan sendiri ke toilet, meskipun belum bisa duduk. Secara bertahap, ia bisa mengangkat kaki dan memakai celana sendiri. Padahal, dulu kedua hal ini mustahil dilakukannya. Pada bulan Mei 2009, Rokoyah sudah normal kembali . ia kuat berjalan dan mulai menjalani aktivitas sebagai guru SD. Jika terlalu lelah, kakinya kembali linu. Namun Rokayah konsisten meminum Tahitian Noni Juice. Setahun kemudihan, ia merasa tubuhnya sangat fit. Selain itu, sakit kepala yang dulu sering menyerang ikut lenyap. Hingga kini, untuk mempertahankan kondisi, ia tetap mengonsumsi Tahitian Noni Juice sehari sekali, 30 ml.






Tidak ada komentar:

Poskan Komentar